JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemdikbud) akan menggratiskan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan
(SPP) terhadap mahasiswa pascasarjana di perguruan tinggi negeri (PTN).
Rencananya, ide besar itu akan mulai dilaksanakan pada 2013
mendatang. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh
mengatakan, kebijakan itu sengaja dilakukan untuk mendongkrak minat dan
jumlah mahasiswa lulusan S-1 agar melanjutkan studinya ke program
pascasarjana.
"Jumlah mahasiswa bergelar master masih sangat sedikit, itulah
kenapa akan kita dorong pendidikan pascasarjana agar gratis SPP-nya,"
kata Nuh, saat ditemui di kediamannya, Kamis (17/5/2012), di Jakarta.
Dijelaskan olehnya, tahun 2013 mendatang bebas biaya SPP pada
program pascasarjana akan diterapkan di beberapa program studi tertentu,
yakni teknik, sains, dan pertanian.
Sebab, menurutnya, ketiga program studi tersebut merupakan program studi yang tingkat kebutuhannya sangat tinggi dan mendesak.
Ia membeberkan, saat ini jumlah lulusan pascasarjana untuk program
studi sains, misalnya, hanya sekitar 3 persen dari target yang harus
dicapai, yakni 10 persen.
Sama halnya dengan bidang pertanian yang hanya menyentuh angka 3,5
persen dari target yang diperlukan, yakni 8 sampai 10 persen. Kekurangan
lulusan pascasarjana juga terjadi di program studi teknik.
Saat ini baru mencapai sekitar 11 persen, padahal target yang
diperlukan mencapai 20 sampai 30 persen. "Nantinya, lulusan
pascasarjana, khususnya dari ketiga bidang tersebut harus mencapai 50
persen dari total populasi mahasiswa Indonesia. Namun, hasilnya saya
pikir baru akan tampak pada 15 tahun mendatang," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar